Asal Usul Suku Batak

Asal Usul Suku Batak

Suku Batak berasal dari Sumatera Utara dan tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Suku ini terdiri dari beberapa bagian, seperti Batak Toba, Batak Mandailing, Batak Karo dan Batak Pak-pak.

Sebelum banyak yang menganut agama-agama global di Indonesia, orang-orang di suku Batak memiliki suatu keyakinan. Mengutip buku Religi Suku Murba di Indonesia oleh Harun Hadiwijono, menurut keyakinan mereka, ada lima dewa yang dipandang tertinggi, yaitu terdiri dari Mula Jadi, dewa tritunggal, yaitu Batara Guru, Soripada dan Mangalabukan, serta Debata Asiasi.

Bahasa Suku Batak
Bahasa Batak di Provinsi Sumatera Utara terdiri dari lima dialek. Berikut diantaranya mengutip laman Kemdikbud:

1. Dialek Toba
Dituturkan di Kabupaten Asahan, Kota Tanjung Balai, Kabupaten Simalungun (khususnya bagian pesisir barat), Kabupaten Dairi Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir dan bagian utama Deli Serdang.

2. Dialek Mandailing
Digunakan di bagian selatan Danau Toba, wilayah perbatasan Sumatera Barat (Kabupaten Pasaman Timur dan Barat), di daerah perbatasan Provinsi Riau (Kabupaten Rokan Hulu), dan di daerah perbatasan Provinsi Aceh.

3. Dialek Simalungun
Gaya bicara ini bisa didengarkan di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Tanjung Balai.

4. Dialek Pakpak (Dairi)
Jenis dialek ini dituturkan di Kabupaten Dairi dan Tapanuli Utara.

5. Dialek Karo
Beberapa daerah yang menggunakan gaya bertutur ini adalah Desa Parit Rindu, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat; Desa Samura, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo; Desa Pengambaten, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo; Desa Kutagaluh, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo; Desa Lau Kesumpat, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo; Desa Lau Sireme, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi; Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang; Desa Kutalimbaru, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang; Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun; dan Desa Pasar VIII Namo Terasi, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat; dan Kota Medan. Wilayah tutur dialek Pakpak (Dairi) dituturkan di Kabupaten Dairi dan Kabupaten Tapanuli Utara.


1. Mula Jadi
Dewa yang tertinggi, yaitu Mula Jadi atau dengan sebutan lengkapnya Deata Mula Jadi na Bolon. Dewa ini dipandang sebagai pencipta.

2. Batara Guru
Batara Guru adalah tokoh dewa yang disebut sebagai Dewa terpenting dari dewa tritunggal. Dia digambarkan sebagai hakim yang adil, penjaga keadlan dan tata tertib. Dia dianggap berdiam di Banjar Dolok.

3. Soripada
Soripada disebut juga sebagai Debata Sori. Dia dianggap berdiam di Banjar Tonga-tonga. Dia ahli pidato namun tindakannya tak terkendali dan mudah marah. Tapi, dia segera mudah diredakan jika orang memintanya dengan sangat memohon.

4. Mangalabulan
Mangalabulan disebut sebagai Balabulan. Dia dianggap berdiam di Banjar Toruan dan dianggap jahat serta sering memasang jerat bagi manusia.

5. Debata Asiasi
Debata Asiasi mewujudkan keseimbangan di antara ketiga dewa tritunggal. Apabila ketiga dewata ada perselisihan, dia yang menjatuhkan pengadilan bagi semuanya.

Selain kepada dewa-dewa tertinggi, ada pula kepercayaan yang disebut sebagai Naga Padoha atau Raja Padoha, yaitu seekor naga. Kepad Naga Padoha ini, ditambahkan tiga dewa yaitu Boru saniang Naga, Boraspati ni Tano da Panena Bolon.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asal Usul Siahaan

Asal Usul Sinaga

Asal Usul Harianja